1.
Pengertian Studi Empiris
Pengertian Empiris Secara
Umum dan Artinya Menurut KBBI – Istilah empirisme di ambil
dari bahasa Yunani empeiria yang berarti coba-coba atau pengalaman. Empiris
adalah suatu keadaan yang berdasarkan pada kejadian nyata yang pernah dialami
yang didapat melalui penelitian, observasi, maupun eksperimen.
Studi empiris adalah studi yang dilakukan berdasarkan data2
eksperimental hasil pengamatan, pengalaman, trial and error (uji coba), juga
menggunakan ke 5 panca indera manusia (penglihatan, perasa, penciuman,
pendengaran, sentuhan) dan bukan secara teoritis & spekulasi, lebih untuk
ilmu pengetahuan dan penelitian.
Selain penjelasan diatas, para ahli dan pakar memiliki
pandangan dan pendapat yang berbeda beda dalam mendefinisikan apa itu empiris.
Berikut ini pengertian empiris menurut para ahli,
Ø Sugiyono
(2013), Pengertian empiris adalah suatu cara atau metode yang
dilakukan yang bisa diamati oleh indera manusia, sehingga cara atau metode yang
digunakan tersebut bisa diketahui dan diamati juga oleh orang lain.
Ø Izzatur
Rusuli (2015), Arti empiris adalah suatu gagasan yang bersifat
rasional yang dibentuk oleh individu melalui pengalamannya.
Ø Amiruddin
& Zainal Asikin (2004), Definisi penelitian empiris adalah
penelitian yang berfokus meneliti suatu fenomena atau keadaan dari objek
penelitian secara detail dengan menghimpun kenyataan yang terjadi serta
menggembangkan konsep yang ada.
Ø Hilman
Hadikusuma (1995), Pengertian penelitian empiris adalah penelitian
yang bersifat menjelajah (eksplorator), melukiskan (deskriptif) dan menjelaskan
(eksplanator).
Penelitian atau riset adalah hal
yang tidak terpisahkan dalam dunia perguruan tinggi. Begitu beragam definisi
tentang penelitian, untuk memudahkan maka yang umum dirujuk adalah bahwa ini
adalah suatu kegiatan yang terorganisir, sistematik dan merupakan proses logis
untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang diajukan dengan menggunakan
informasi empiris yang dikumpulkan untuk keperluan itu. Pengertian empiris
dari definisi umum tadi tidak lain adalah bersumber dari empirisme, suatu
istilah dalam filsafat untuk menjelaskan teori epistemologi yang menganggap
bahwa pengalaman sebagai sumber pengetahuan. Pengalaman disini maksudnya adalah
sesuatu yang diterima melalui indera atau yang dapat diamati. Sehingga suatu
hal biasa disebut ’empiris’ tidak lain adalah berdasar pengalaman langsung atau
pengamatan (observasi) di alam nyata.
Untuk lebih fokus dalam pembahasan
di blog ini, konteks penelitian empiris yang dimaksud adalah dalam ilmu
pengetahuan sosial (social science). Yaitu suatu pengelompokkan
ilmu pengetahuan yang mengkhususkan dalam penelitian perilaku manusia dan
lingkungannya; hal berbeda dengan ilmu pengetahuan alam atau sains (science)
yang meneliti alam dan gejalanya (kadang disebut juga hard science).
Terdapat berbagai cabang ilmu sosial, baik yang bersifat dasar (seperti
psikologi, ekonomi, pendidikan, sosiologi, ilmu politik dll) maupun yang
sifatnya terapan (administrasi dan manajemen, kebijakan publik, ilmu
pemerintahan, pemasaran, petkembangan anak dll). Baik ilmu sosial dasar maupun
yang aplikasi saat ini terus berkembang dengan pesat, dan mampu menjelaskan
berbagai fakta dan fenomena sosial dengan mengagumkan. Hal yang membuatnya
berkembang tersebut tidak lain dari diterapkannya metoda ilmiah secara ketat.
Dalam konsepsi metoda ilmiah, yang
paling utama adalah keberadaan peran data dari dunia nyata, yang tidak lain
adalah data empiris. Ilmu pengetahuan mengakui keberadaan data ini dan setiap
ide-ide imiah yang ada harus diuji dengan data yang didapat, untuk menunjukkan
benar atau tidaknya. BIla memang hasil pengujian menunjukkan datanya sah (valid),
data yang ada diolah dan temuannya dikembangkan menjadi suatu teori yang dapat
menjelaskan data dan dalam taraf tertentu juga bisa meramalkan. Sehingga tujuan
ilmu sosial tiada lain adalah mencoba untuk membuat berbagai teori yang dapat
menjelaskan tentang manusia dan perilakunya. Singkatnya, teori
tentang perilaku manusia ini harus berdasar data dan harus selalu diuji
berdasar data dunia nyata, ciri utama penelitian empiris.
Tentu dalam ilmu sosial, penelitian
empiris bukan satu-satunya jenis penelitian yang ada. Terdapat berbagai jenis
riset lain bisa dilakukan seperti penelitian teoritis, riset
konseptual-filosofis maupun peneliitian historis. Fokus utama dari penelitian
empiris adalah informasi yang dapat diamati dari dunia nyata atau pengalaman
langsung darinya, yang tidak lain adalah data. Sehingga ide utamanya
adalah dalam riset empiris kita menggunakan data sebagai cara untuk menjawab pertanyaan
riset, untuk mengembangkan dan menguji ide ilmiah yang diajukan.
Pengertian kata data (tunggal: datum)
sangat luas, dalam konteks penelitian empiris, biasa dibagi menjadi dua jenis,
yaitu:
1) Data Kuantitatif, dimana data ada
dalam bentuk angka (atau hasil pengukuran); dan
2) Data Kualitatif, yaitu data
yang bukan berbentuk angka (umumnya dalam bentuk kata-kata)
Kedua jenis data di atas membawa
konsekwensi jenis penelitian empiris yang berbeda yaitu, penelitian kuantitatif
(mengumpulkan dan menguji data dalam bentuk angka) dan penelitian kualitatif
(mengumpulkan dan menganalisis data dalam bentuk kata-kata).
Tentu saja perbedaan keduanya tidak hanya sekedar jenis data
saja, namun juga melibatkan pola berpikir tentang realitas sosial yang
diteliti, cara pendekatan yang dilakukan dan bagaimana hal itu
dikonseptualisasikan. Disain riset dan metoda pengumpulan data juga hal lainnya
yang menunjukkan perbedaan yang sangat kontras akan kedua jenis penelitian
empiris ini.
2. Fungsi Penilitian
Fungsi penelitian adalah
mencarikan penjelasan dan jawababn terhadap permasalahan serta memberikan
alternatif bagi kemungkinan yang dapat digunakan untuk pemecahan masalah.
Pemecahan dan jawaban terhadap permasalahan itu dapat bersifat abstrak dan umum
sebagaimana hanya dalam penelitian dasar (basic research) dan dapat spesifik
seperti biasanya ditemui pada penelitian terapan (applied research).
1) Mendiskripsikan,
memberikan, data atau informasi.
Penelitian
dengan tugas mendiskripsi gejala dan peristiwa yang terjadi, maupun
gejala-gejala yang terjadi disekitar kitaperlu mendapat perhatian dan
penanggulangan.gejala dan peristiwa yang terjadi itu ada yang besar dan ada
pula yang kecil tetapi, kalau dilihat dari segi perkembangan untuk masa datang
perlu mendapat perhatian segera.
2) Menerangkan
data atau kondisi atau latar belakang terjadinya suatu peristiwa atau fenomena.
Penelitian dengan tugas menerangkan. Berbeda
dengan penelitian yang menekankan pengungkapan peristiwa apa adanya, maka
penelitian dengan tugas menerangkan peristiwa jauh lebih kompleks dan luas.
Dapat dilihat dari hubungan suatu dengan hubungan yang lain.
3) Menyusun teori,
Penyusunan teori baru memakan waktu yang cukup
panjang karena akan menyangkut pembakua dalam berbagai instrumen, prosedur maupun
populasi dan sampel.
4) Meramalkan,
mengestimasi, dan memproyeksi suatu peristiwa yang mungkin terjadi berdasarkan
data-data yang telah diketahui dan dikumpulkan, informasi yang didapat akan
sangat berarti dalam memperkirakan kemungkinan yang akan terjadi untuk melalui
masa berikutnya. Melalui penelitian dikumpulkan data untuk meramalkan beberapa
kejadian atau situasi masa yag akan datang.
5) Mengendalikan
peristiwa maupun gejala-gejala yang terjadi. Melalui penelitian juga dapat
dikendalikan peristiwa maupun gejala-gejala. Merancang sedemikian rupa suatu
bentuk penelitian untuk mengendalikan peristiwa itu. Perlakuannya disusun dalam
rancangan adalah membuat tindakan pengendalian pada variabel lain yang mungkin
mempengaruhi peristiwa itu.
DAFTAR PUSTAKA
No comments:
Post a Comment